Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Desember 2019

Tips Menghadapi UN dan USBN

Ujian Nasional (UN) dan USBN merupakan ajang untuk menunjukkan kemampuan kita dari segi akademik. Saat itulah buah ketekunan belajarmu dinilai. Janganlah khawatir saat menghadapi UN, jangan grogi dan bimbang. Tips berikut akan dapat mendukungmu dalam menghadapi UN.

1. Perbanyak Latihan Soal.

Dengan memperbanyak latihan soal, kamu akan terbiasa mengerjakan berbagai jenis soal.  Latihan akan membuatmu lebih percaya dengan kemampuanmu. Semakin lama penguasaan materi pelajaran akan semakin baik. Setelah banyak latihan, kamu tak perlu cemas dan grogi dalam mengerjakan soal-soal UN.

2. Belajar Kelompok

Ketika belajar kelompok, kamu akan bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mengerjakan soal-soal latihan ujian. Kamu dan temanmu akan saling menguatkan semangat belajar dan saling memberikan contoh cara memecahkan masalah dalam soal ujian.

3. Biasakan Jujur dan Tidak Mencontek

Tindakan yang tidak terpuji pada saat mengerjakan UN akan berdampak sangat besar pada penilaian. Kamu sebaiknya bersikap jujur dan percaya diri sehingga tidak perlu mencontek, atau membeli bocoran soal kepada oknum. Berusahalah dengan sunguh-sungguh dan dengan niat yang ikhlas.

4. Cegah Belajar Kebut Semalam

Belajar secara mencicil akan lebih mudah bagi otak kita untuk mencerna dan mengingatnya. Belajar Sistem Kebut Semalam belum tentu efektif buat kamu, karena bisa dibayangkan pelajaran selama 1 tahun harus dikuasai selama 1 malam rasanya kan tidak mungkin. Belum lagi secara fisik bisa berbahaya buat kesehatan. Jadi Usahkan jangan Belajar Kebut Semalam.

5. Tingkatkan Konsentrasi

Konsentrasi belajar berarti kamu fokus untuk menyelesaikan target lulus UN. Dalam rangka meningkatkan konsentrasi belajar, kamu bisa mengurangi kegiatan-kegiatan atau hobi yang bisa mengganggu belajarmu. Contohnya : bermain game, nonton TV, dan chatting.

6. Berdoa

Semua kenikmatan, kesenangan, keberhasilan, kesuksesan adalah karena kita diberikan jalan oleh Tuhan untuk mendapatkan semuanya itu. Tanpa adanya kasih sayang Tuhan, kita tidak akan mendapatkannya. Oleh karena itu sering-seringlah berdoa

Jadi itulah beberapa tips persiapan menghadapi UN. Kalau sobat mempunyai tips yang lain, share ya!

Kamis, 05 Desember 2019

Alat Belajar

Berikut ini adalah penjelasan mengenai alat-alat yang biasa dipergunakan pada saat belajar.

Alat Tulis

Alat tulis yang cukup lengkap sebaiknya dimiliki sebelum melakukan kegiatan belajar.
Misalnya :

  • Ballpoint
  • Pensil
  • Stabilo
  • Penghapus
  • Penyerut Pensil
  • Spidol
  • Kertas Coretan
  • Buku Catatan
  • dan lain-lain.

Meja Belajar dan / atau Kursi

Meja belajar dan / atau kursi tidak menjadi keharusan, namun bila mau dipersiapkan harus mempertimbangkan ukuran dan kenyamanannya.

Tape / Radio / Handphone

Ada kalanya bahan pelajaran berupa CD / Kaset atau File atau Diskusi via Radio. Perangkat seperti Tape, Radio dan / atau Handphone / Smartphone mungkin perlu dipersiapkan.

Kertas Buram

Untuk yang belajar perhitungan Matematika, Fisika, dan Kimia biasanya memerlukan kertas buram untuk menghitung atau merumuskan sesuatu.

Kalkulator

Dalam belajar perhitungan biasanya diperlukan pembanding untuk mengukur kebenaran perhitungan yang telah dilakukan. 
Kalkulator khusus ada yang dapat dipergunakan untuk mengerjakan perhitungan rumit, pemrograman, dan statistik.
Penyediaan kalkulator tergantung pada kebutuhan.

Lampu

Mata kita perlu cukup cahaya untuk bekerja, atau membaca.
Bila cahaya terlalu terang atau redup, maka hal tersebut dapat menimbulkan masalah pada kesehatan mata kita.

Aroma Therapi

Aroma yang segar dapat membantu sebagian orang untuk mengurangi tekanan pikiran pada saat bekerja, maka bagi yang senang terhadap aroma tertentu, seperti aroma therapi, maka sebaiknya menggunakannya pada saat belajar. 
Terkadang aroma tertentu dapat meningkatkan semangat dalam bekerja.

Musik

Penggunaan musik sebagai pelengkap dalam belajar sudah banyak dilakukan.
Hal tersebut dikarenakan musik dapat mempengaruhi kondisi semangat sebagian orang
Pilihan musik yang tepat pada saat belajar diperkirakan sangat berdampak positif terhadap hasil belajar.

Belajar di Kelas

Berikut ini akan dijelaskan trik-trik belajar di kelas saat sekolah atau kuliah.

Menulis Cepat

Saat belajar bersama guru / dosen sebaiknya mempersiapkan diri untuk memperoleh ilmu sebanyak-banyaknya dengan cara menulis hal-hal penting dengan cepat.
Keindahan tulisan biasanya berkurang ketika menulis secara cepat, namun hal itu dapat tergantikan dengan catatan ilmu yang lebih lengkap.

Bertanya

Untuk hal-hal yang kurang dimengerti segeralah bertanya. Kecenderungan siswa lebih memilih diam / tidak banyak bertanya.
Hal tersebut tidak masalah bila memang sudah memahami apa yang disampaikan guru / dosen.
Bertanya merupakan cara untuk mengaktifkan otak kita agar memahami pelajaran yang sedang disampaikan.

Menjawab Pertanyaan

Terkadang guru / dosen kita bertanya perihal topik yang sedang disampaikan, untuk itu cobalah menjawabnya.
Menjawab pertanyaan merupakan penghormatan terhadap guru / dosennya dan menunjukkan bahwa kita adalah siswa / mahasiswa yang aktif.

Berargumentasi

Argumentasi biasa diungkapkan untuk mengungkapkan alasan terhadap pembenaran suatu kondisi dengan didukung oleh fakta / data.
Jadi di dalam berargumentasi perlu dipersiapkan data yang cukup, analisis dan sintesis kita terhadap suatu permasalahan / fenomena.

Bercerita

Kemampuan bercerita misalnya membuat suatu analogi (persamaan), menjelaskan sesuatu atau menyampaikan ajakan dengan cara yang menarik adalah kemampuan yang sangat bagus untuk dipertahankan.
Gunakanlah setiap kesempatan untuk bercerita di hadapan teman-teman.

Menyimpulkan

Dalam menyimpulkan penyampaikan pelajaran oleh Guru / Dosen hendaknya :

  1. Merupakan point-point penting
  2. Berkaitan dengan judul topik dan tujuan atau target belajar.
  3. Ditulis ringkas dan padat agar mudah dihafalkan
  4. Gunakan bahasa sendiri agar mudah dimengerti

Menghafalkan

Mumpung masih segar, mumpung masih bisa bertanya, gunakanlah waktu yang ada untuk menghafalkan bahan pelajaran yang baru saja dipelajari.
Konsep menghafal ini mirip dengan menabung, ketika ada sedikit bahan hafalan, maka akan mudah dihafalkan dan lama-kelamaan hafalannya akan menumpuk.

Diskusi

Kemampuan berdiskusi sangat dihargai oleh perusahaan tempat kita bekerja nanti.
Tidak semua permasalahan dapat dipecahkan sendiri, bahkan perlu dipikirkan oleh banyak kepala dan mencari solusinya yang terbaik.
Dalam berdiskusi hendaknya : 
  1. Menghargai pendapat orang lain meskipun berbeda
  2. Bertujuan positif, bukan untuk berdebat atau menjatuhkan orang
  3. Bertutur kata yang baik, tidak kasar dan bahasa yang sopan

Target Belajar

Target belajar biasanya disesuaikan dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) / Syllabus. RPS / Syllabus dapat diperoleh dari guru / dosen kita.
Yang perlu diperhatikan juga adalah jenis pelajarannya apakah praktek atau teori.

Untuk pelajaran praktek, maka hasil pekerjaan harus terlihat, terdengar, nyata atau ada setoran. Sementara itu pelajaran teori menghendaki minimalnya adalah menyebutkan definisi atau arti istilah, dan tingkatan pemahaman yang paling tinggi adalah implementasi / penggunaan teori dalam pemecahan masalah.

Pentingnya target pembelajaran adalah agar rencana belajar kita tidak sia-sia.
Oleh karenanya, tahapan yang dapat dilakukan adalah : 
  1. Mencatat RPS atau menyalinnya dari guru / dosen
  2. Menanyakan tujuan pembelajaran dan sasarannya
  3. Mencari dan menyimpan kisi-kisi ujian bila dinyatakan ada.
Milikilah target belajar pada awal kegiatan sekolah / kuliah dan update selalu informasi mengenai target atau kisi-kisinya.

Untuk yang menghadapi Ujian Nasional (UN) / USBN, kisi-kisi biasanya dapat diperoleh dengan mencarinya melalui mesin pencari internet, kemudian mendownloadnya dan mencetaknya bila perlu. Kalau tidak menemukannya, bertanyalah kepada guru kelasnya.

Kenali Gaya Belajar Anda!

Gaya belajar ada yang : Visual, Auditoris, Kinestetis dan Campuran
Mengenali gaya belajar diri sendiri akan membantu memahami bagaimana Anda Belajar.

Visual

Untuk Anda yang visual, misalnya , disarankan menggunakan media yang dapat dilihat, seperti : Mind Map, Buku Pelajaran (dibaca) atau Anda punya cara sendiri, silahkan dikerjakan.

Ciri-ciri seseorang yang visual adalah :

  • Rapi dan teratur
  • Berbicara dengan cepat
  • Perencanaan dan pengatur jangka panjang
  • Teliti pada detil
  • Mementingkan penampilan
  • Pengeja yang baik
  • Mengingat lebih pada apa yang diingat
  • Mengingat dengan asosiasi visual
  • Tidak terganggu oleh keributan
  • Masalah dalam mengingat instruksi verbal
  • Pembaca cepat dan tekun
  • Lebih suka membaca daripada dibacakan
  • Membutuhkan pandangan dan tujuan yang menyeluruh dan bersikap waspada
  • Mencoret-coret tanpa arti selama berbicara
  • Lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain
  • Sering menjawab pertanyaan singkat
  • Lebih suka melakukan demonstrasi daripada berpidato
  • Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, namun tidak pandai memilih kata-kata
  • Kadang kehilangan konsentrasi saat ingin memperhatikan sesuatu yang menarik


Auditoris

Untuk Anda yang auditoris, bisa mencoba belajar dengan cara : diskusi atau bermain telepon, atau merekam suara.

Ciri-ciri seorang Auditoris :

  • Berbicara pada diri sendiri saat bekerja
  • Mudah terganggu keributan
  • Menggerakkan bibir saat membaca
  • Senang membaca keras dan mendengarkan
  • Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada
  • Kesulitan dalam menulis, tetapi hebat dalam bercerita
  • Berbicara dengan irama yang terpola
  • Pembicara yang fasih
  • Lebih suka musik daripada seni
  • Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada melihat
  • Suka berbicara, berdiskusi, dan menjelaskan dengan panjang lebar
  • Bermasalah dengan kegiatan yang melibatkan visualisasi
  • Lebih pandai mengeja daripada menulis
  • Lebih menyukai humor lisan daripada komik.


Kinestetis

Untuk Anda yang kinestetis, bisa mencoba belajar dengan cara bermain peran, belajar sambil senam / beladiri / olah-raga.

Ciri-ciri seseorang yang kinestetis :

  • Berbicara dengan perlahan
  • Menanggapi perhatian fisik
  • Menyentuh untuk mendapatkan perhatian
  • Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang
  • Selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak
  • Mempunyai perkembangan awal otot yang besar
  • Belajar melalui manipulasi dan praktik
  • Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
  • Menggunakan jari sebagai petunjuk membaca
  • Banyak menggunakan isyarat tubuh
  • Tidak dapat duduk diam dalam waktu yang lama
  • Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika memang pernah berada di sana
  • Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi
  • Menyukai buku yang berorientasi pada rancangan
  • Kemungkinan tulisan jelek
  • Ingin melakukan segala sesuatu
  • Menyukai permainan yang menyibukkan.

Faktor Kesuksesan Belajar

Kesuksesan belajar dalam bentuk Nilai tertinggi, prestasi terbaik dan mungkin lolos ujian merupakan harapan bagi setiap siswa/mahasiswa/peserta didik.
Banyak siswa yang sukses bukan hanya karena keberuntungan, namun mereka memiliki strategi belajar yang efektif.

Efektif dalam artian tepat sasaran, sehingga tujuannya tercapai.
Namun banyak pula yang gagal karena mereka menyepelekan belajar, tidak mengerti cara belajar atau strategi belajar yang efektif.

Kegagalan adalah kesuksessan yang tertunda, namun ketika terjadi gagal tentunya akan merasakan pahit, sehingga lebih baik kita mencegah terjadinya kegagalan tersebut.
Marilah kita berusaha untuk menjadi yang terbaik dari diri kita sendiri. Untuk itu yang kita perlukan adalah strategi belajar yang efektif.

Kalau ujian nasional ( UN )/ USBN sudah di depan mata, strategi belajar sangat penting untuk dimiliki. Kita harus bisa menetapkan target belajar dan menggunakan teknik-teknik belajar yang sesuai.

Kesuksesan dalam belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :

  1. Faktor Eksternal
  2. Faktor Internal

Faktor Eksternal

Faktor eksternal di antaranya adalah :
  • Lingkungan tempat belajar
  • Sarana / media belajar
  • Sumber pelajaran
Lingkungan yang digunakan untuk tempat belajar harus disesuaikan dengan kemampuan seseorang. Bila kita tidak mampu belajar di tempat yang agak bising, maka perlu mencari tempat yang tenang.

Namun bila memang lebih suka di tempat yang ada musiknya, atau suasana ramai itu tidak akan menjadi masalah, selama kita bisa fokus. Bahkan ada yang senang belajar dengan memutar lagu rock. Yang penting adalah kita senang saat belajar.

Sarana / media belajar dapat berupa : alat tulis, meja belajar, lampu yang cukup terang, kursi, peralatan untuk praktek (musik, elektronik, dll). Semuanya itu dapat dipersiapkan terlebih dahulu sebelum belajar.

Sumber pelajaran bisa berupa buku, internet, rekaman video / suara, komputer / laptop, dan dokumen-dokumen lainnya.

Memilih sumber pelajaran / ilmu menentukan juga keberhasilan belajar, karena kalau yang dipelajarinya tidak ditemukan pada sumber pelajaran yang dipilihnya, maka target belajarnya tidak tercapai.

Faktor Internal

Faktor internal yaitu : 
  • Kesiapan fisik
  • Kesiapan mental
Dalam belajar, harus dipersiapkan fisiknya yaitu tubuh kita harus segar dan siap untuk melakukan aktifitas.
Janganlah memulai belajar ketika tubuh kita lelah / capek, karena hasilnya tidak akan maksimal.

Belajar juga jangan dilakukan secara terus-menerus bahkan untuk membuat terjaga berani meminum banyak kafein. Ingatlah tubuh kita juga perlu beristirahat, tidak boleh dipaksakan bekerja dalam jangka waktu yang lama. Hal tersebut dapat menyebabkan kesehatan kita terganggu.