Tampilkan postingan dengan label efektif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label efektif. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Desember 2019

Sekilas 7 Kebiasaan dari Manusia yang Sangat Efektif

Tujuh kebiasaan manusia yang sangata efektif, untuk pertama kali terbit pada tahun 1989, adalah sebuah buku pengembangan diri yang ditulis oleh Stephen R. Covey.
Buku ini terjual sudah lebih dari 15 juta copy dalam 38 bahasa sejak pertama dipublikasikan, ditandai dengan munculnya edisi ulang tahun ke 15 di 2004.

Covey menyajikan pendekatan untuk menjadi efektif dalam mencapai tujuan dengan menyelaraskan diri pada apa yang dia sebut sebagai prinsip etika karakter yang menurutnya universal dan abadi.

Tiga kebiasaan yang pertama mengarahkan pembaca dari ketergantungan menuju kemandirian (kemenangan pribadi).

Kebiasaan 1 : Jadilah Proaktif


Mengambil inisiatif dalam kehidupan dengan menyadari bahwa keputusan Anda (dan bagaimana mereka terkait dengan prinsip-prinsip kehidupan ) adalah faktor determinasi primer untuk efektifitas dalam kehidupan Anda.

Mengambil tanggung-jawab terhadap pilihan yang Anda buat dan konsekuensi berikutnya yang mengikuti.
Covey mengartikan tanggung-jawab (responsibility) sebagai response-ability atau kemampuan untuk melakukan respon atas stimulus (rangsangan) yang dihadapi.

Kebiasaan 2 : Mulailah dari Akhir dalam Pikiran

Temukan diri sendiri dan klarifikasi nilai-nilai karakter dan tujuan hidup Anda yang sangat penting.
Gambarkan / bayangkan karakteristik ideal untuk setiap peran yang berbeda dan hubungan dalam hidup Anda.

Kebiasaan 3 : Dahulukan yang Utama


Rencanakan, prioritaskan, eksekusi tugas-tugas mingguan Anda berdasarkan skala kepentingannya lebih dahulu dibandingkan skala urgensinya.

Evaluasi apakah usaha yang sudah anda lakukan sudah sesuai dengan nilai karakter yang Anda inginkan, mendorong Anda semakin dekat pada sasaran, memperkaya peranan dan hubungan yang diuraikan dalam kebiasaan 2.


Tiga kebiasaan berikutnya adalah apa yang harus dilakukan untuk menuju kemenangan publik atau interdependensi (misalnya bekerja dengan orang lain)

Kebiasan 4 : Berpikir Menang-menang


Benar-benar berusaha untuk mencapai solusi atau perjanjian saling menguntungkan dalam hubungan Anda.
Nilai dan hormati orang lalin dengan memahami bahwa "kemenangan" untuk semua orang adalah suatu resolusi jangka panjang yang lebih baik, daripada jika hanya satu orang saja yang telah mendapatkan keinginannya.

Kebiasaan 5 : Berusahalah untuk mengerti orang lain dahulu, baru kemudian dimengerti


Pakailah cara mendengarkan dengan empati agar dapat benar-benar dipengaruhi orang lain, yang akan mendorong mereka untuk balas mendengarkan Anda dan berpikiran terbuka untuk dapat Anda pengaruhi.

Ini menciptakan suasana kepedulian, menghormati, dan pemecahan masalah secara positif yang dapat kita kerjakan.

Kebiasaan 6 : Sinergi


Menggabungkan kekuatan dari beberapa orang melalui kerjasama tim yang positif, sehingga untuk mencapai tujuan tidak ada satu orang pun yang bisa melakukannya sendiri.
Mendapatkan performa terbaik dari sekelompok orang dengan mendorong kontribusi yang berarti, dan pemodelan kepemimpinan inspirasional dan mendukung.


Kebiasaan terakhir berkaitan dengan peremajaan diri.

Kebiasaan 7 : Asahlah gergaji


Seimbangkan dan perbaharui sumber daya, energi, dan kesehatan Anda untuk menciptakan gaya hidup yang berkelanjutan, jangka panjang, dan efektif.

Faktor Kesuksesan Belajar

Kesuksesan belajar dalam bentuk Nilai tertinggi, prestasi terbaik dan mungkin lolos ujian merupakan harapan bagi setiap siswa/mahasiswa/peserta didik.
Banyak siswa yang sukses bukan hanya karena keberuntungan, namun mereka memiliki strategi belajar yang efektif.

Efektif dalam artian tepat sasaran, sehingga tujuannya tercapai.
Namun banyak pula yang gagal karena mereka menyepelekan belajar, tidak mengerti cara belajar atau strategi belajar yang efektif.

Kegagalan adalah kesuksessan yang tertunda, namun ketika terjadi gagal tentunya akan merasakan pahit, sehingga lebih baik kita mencegah terjadinya kegagalan tersebut.
Marilah kita berusaha untuk menjadi yang terbaik dari diri kita sendiri. Untuk itu yang kita perlukan adalah strategi belajar yang efektif.

Kalau ujian nasional ( UN )/ USBN sudah di depan mata, strategi belajar sangat penting untuk dimiliki. Kita harus bisa menetapkan target belajar dan menggunakan teknik-teknik belajar yang sesuai.

Kesuksesan dalam belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :

  1. Faktor Eksternal
  2. Faktor Internal

Faktor Eksternal

Faktor eksternal di antaranya adalah :
  • Lingkungan tempat belajar
  • Sarana / media belajar
  • Sumber pelajaran
Lingkungan yang digunakan untuk tempat belajar harus disesuaikan dengan kemampuan seseorang. Bila kita tidak mampu belajar di tempat yang agak bising, maka perlu mencari tempat yang tenang.

Namun bila memang lebih suka di tempat yang ada musiknya, atau suasana ramai itu tidak akan menjadi masalah, selama kita bisa fokus. Bahkan ada yang senang belajar dengan memutar lagu rock. Yang penting adalah kita senang saat belajar.

Sarana / media belajar dapat berupa : alat tulis, meja belajar, lampu yang cukup terang, kursi, peralatan untuk praktek (musik, elektronik, dll). Semuanya itu dapat dipersiapkan terlebih dahulu sebelum belajar.

Sumber pelajaran bisa berupa buku, internet, rekaman video / suara, komputer / laptop, dan dokumen-dokumen lainnya.

Memilih sumber pelajaran / ilmu menentukan juga keberhasilan belajar, karena kalau yang dipelajarinya tidak ditemukan pada sumber pelajaran yang dipilihnya, maka target belajarnya tidak tercapai.

Faktor Internal

Faktor internal yaitu : 
  • Kesiapan fisik
  • Kesiapan mental
Dalam belajar, harus dipersiapkan fisiknya yaitu tubuh kita harus segar dan siap untuk melakukan aktifitas.
Janganlah memulai belajar ketika tubuh kita lelah / capek, karena hasilnya tidak akan maksimal.

Belajar juga jangan dilakukan secara terus-menerus bahkan untuk membuat terjaga berani meminum banyak kafein. Ingatlah tubuh kita juga perlu beristirahat, tidak boleh dipaksakan bekerja dalam jangka waktu yang lama. Hal tersebut dapat menyebabkan kesehatan kita terganggu.